Powered By Blogger

Senin, 22 Februari 2010

Unsur Horizontal Ruang

Bidang Dasar


Penggunaan karpet pada lantai adalah salah satu unsur horizontal bidang dasar.. Sebuah bidang datar horizontal yang terletak sebagai suatu figur di atas latar belakang yang kontras membentuk suatu daerah ruang sederhana. Agar bidang datar horizontal dapat dilihat sebagai suatu figur, maka harus ada perbedaan yang menyolok dalam hal warna, gelap terang, atau tekstur antara bidang datar tersebut dengan sekelilingnya.Penegasan permukaan tanah atau lantai sering digunakan dalam arsitektur untuk menetapkan daerah ruang yang berada di dalam ruang yang lebih besar.


Penggunaan karpet pada lantai adalah salah satu unsur horizontal bidang dasar,yang membedakan suatu ruangan (sebagai pemisah tanpa sekat)







google search: ruang keluarga











Bidang Dasar Dinaikkan


Bidang datar horizontal yang diangkat atau dinaikkan dari permukaan tanah akan menimbulkan permukaan vertikal sepanjang sisi-sisinya yang memperkuat pemisahan visual daerah tersebut dari dasar di sekitarnya.Tingkat di mana ruangan dan kontinuitas visual tetap dipertahankan antara ruang yang ditinggikan dengan sekehlingnya, tergantung pada skala perubahan ketinggiannya.


-penggunaan bidang dasar dinaikkan, pada altar, dapat memberi pemisahan suatu ruangan,,









google search: altar


Bidang Dasar Diturunkan


Seperti halnya dengan Garden Park, sebuah bidang datar horizontal yang diturunkan ke bawah permukaan tanah, menggunakan permukaan-permukaan vertikal pada daerah yang direndahkan untuk membentuk suatu volume ruang. Penambahan kedalaman bidang yang diturunkan melemahkan hubungan visual bidang tersebut dengan ruang di sekelilingnya dan memperkuat definisi bidang itu sebagai volume ruang yang berbeda.

Jika bidang dasar asalnya berada di atas level mata kita, maka bidang yang diturunkan menjadi sebuah ruang yang terpisah dan berbeda didalamnya.Tindakan membuat tangga menuju suatu ruang yang ditinggikan dapat menimbulkan sifat ekstrovert ruang (menonjolkan arti penting suatu ruang). Membuat rendah suatu ruang di bawah ruang di sekelilingnya dapat memberikan sifat introvert atau sifat menaungi dan melindungi.

google search: garden park

Bidang Atas (Overhead)


Sebuah bidang datar horizontal yang diletakkan tinggi di atas membentuk volume ruang di antara bidang tersebut dan permukaan tanah di bawahnya.
Sebuah bidang atas punya kemampuan untuk mendefinisikan volume ruang yang diskrit secara virtual oleh dirinya sendiri.





























google search: atap datar


Daftar pustaka
(sumber)
google search
buku pedoman arsitektur
buku estetika bentuk


Rabu, 06 Januari 2010

Merancang Gedung Ramah Lingkungan

GEDUNG-gedung tinggi di berbagai kota di Indonesia, tak satu pun yang mempunyai ciri bangunan iklim tropis apalagi yang berarsitektur khas Indonesia. Bangunan menjulang itu didesain berdasarkan pola arsitektur Barat, sehingga terlihat asing, tidak menyatu dengan lingkungan bangunan di sekitarnya.

Kenyataannya memang tidak mudah menerapkan arsitektur tropis pada gedung-gedung bertingkat tinggi di Indonesia karena pada tingkat-tingkat di bagian atas gedung, kaca jendela harus tertutup rapat untuk mencegah masuknya tiupan angin yang keras. Dengan begitu untuk mengatasi suhu udara yang pengap, maka pendingin ruangan atau AC harus dinyalakan.

Selain itu melindungi jendela dengan atap pelindung atau kanopi untuk mencegah masuknya sinar matahari ke dalam ruangan juga akan sulit dalam pemeliharaan. Untuk membersihkan tiap atap pelindung di tingkat tinggi dari debu diperlukan biaya mahal, karena harus menggunakan peralatan khusus dan berisiko bagi pekerja yang melakukannya.

Hal itu menjadi perhatian Jimmy Priatman, pengajar teknik arsitektur di Universitas Kristen Petra Surabaya, ketika merancang bangunan hemat energi sekaligus ramah lingkungan di Indonesia. Menurutnya meski sulit menerapkan konsep arsitektur tropis, gedung tinggi dapat dirancang agar efisien dalam penggunaan energi listrik, dan menekan penggunaan pendingin ruangan yang menggunakan CFC (khloro fluoro karbon) yang menyebabkan penipisan lapisan ozon di atmosfer.

Kunci dari penghematan energi pada gedung-gedung tinggi adalah melalui perencanaan selubung bangunan dan konfigurasi bentuk bangunan, termasuk luas jendela dan materialnya. Dengan demikian penggunaan listrik untuk AC dan penerangan dapat ditekan serendah mungkin. Penggunaan energi di gedung bisa mencapai 90 persen untuk AC dan lampu atau penerangan, jelas Jimmy, penerima Anugerah Kalyana Kretya untuk karyanya berupa gedung hemat energi, pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, Agustus lalu.

Dengan memilih bahan kaca dari jenis emisivity atau low e-glass dapat mengurangi 15 persen energi yang digunakan. Sedangkan bila menggunakan kaca dari bahan titanium bisa memantulkan 96 persen infra merah dan 77 persen sinar ultra ungu.

Tingkat penggunaan AC tergantung dari penempatan jendela, karena dari jendela masuknya sinar matahari ke dalam ruangan. Untuk itu jendela harus ditempatkan pada posisi yang bebas dari paparan sinar matahari langsung. Selain itu efisiensi listrik dicapai dari pemilihan lampu hemat energi, optimasi kerja lift dan pompa, serta meningkatkan efisiensi pendinginan AC.

Karya Jimmy antara lain Graha Pangeran, bangunan 14 lantai di kota Surabaya, mendapat penghargaan sebagai bangunan paling hemat energi di tingkat ASEAN. Penghematan energi yang dicapai dari rancangan itu bisa mencapai 45 persen.

Kini Jimmy yang juga dosen pascasarjana Manajemen Konstruksi Bangunan Universitas Kristen Petra, telah menyelesaikan desain arsitektur Graha Pangeran II yang konsepnya selain ramah lingkungan juga menggunakan bahan pendingin non-CFC yang tidak merusak ozon atau menimbulkan pemanasan global.

Graha Pangeran yang terdiri dari 14 lantai setiap meter persegi menggunakan listrik 144 kWh per tahun ini tergolong superefisien. Pada Graha Pangeran II kebutuhan listrik lebih rendah 10 persen. Di AS rancangan gedung mencapai 115 kWH/m2/th untuk 3 -4 lantai, urai Jimmy yang mendapat penghargaan ASEAN Energy Award dan ASEAN Center for Energy 2002.

Energi alternatif

Selain dari segi arsitektur, yaitu dengan dioptimalkan penerangan alami dan penghawaan alami pada bagian tertentu dari gedung, penghematan energi listrik juga dicapai dari penggunaan energi alternatif. Untuk pembangkitan energi di gedung dapat menggunakan teknologi sel surya fotovoltaik yang mendinginkan ruangan dan penerangan. Selain itu penggunaan energi panas matahari dilakukan untuk menjalankan chiller (atau mesin AC). Dalam hal ini sel surya dipilih karena sumber energi ini didapat dengan cuma-cuma di daerah tropis.

Konsep green building yang berkembang pesat di negara maju, juga diterapkan untuk mengurangi polusi udara di perkotaan. Caranya dengan memanfaatkan lansekap vertikal untuk penyerapan CO2. Dengan tingginya jumlah kendaraan bermotor di perkotaan, polusi gas CO2 tentunya tergolong tinggi. Gas pencemar ini secara global dalam kurun waktu lama telah diketahui akan cenderung menyebabkan peningkatan suhu muka bumi.

Emisi CO2 dari kendaraan itu akan naik ke lapisan udara atas. Bila gedung-gedung tinggi dapat ditanami tumbuhan yang menyerap gas karbon dioksida itu maka akan membantu mengurangi pencemaran di udara. "Kalau gedung punya vertical lanskap akan mengurangi polusi dalam kota," jelas Jimmy yang turut merancang gedung 110 lantai bernama Cityfront Tower di Chicago, untuk tesis masternya mengenai Energy Efficient Multyused Skyscraper.

Perancangan gedung itu dilakukannya di bawah bimbingan Prof David Sharpe dan Prof Myron Goldsmith, arsitek bangunan tinggi, Prof Enimeiri, ahli struktur bangunan tinggi, dan Prof Leonard Bihler, ahli bangunan tinggi hemat energi.

Sekarang bangunan itu dalam tahap pondasi. Bila selesai pembangunannya gedung itu akan menjadi gedung ke-10 tertinggi di dunia. Gedung itu mempunyai berbagai fungsi, tujuh lantai sebagai ritel, empat lantai kantor, 30 lantai hotel, 10 lantai apartemen, di bagian atas sebagai restoran, stasiun radio dan TV.

Gedung bioklimatik

Di kawasan ASEAN gedung bioklimatik yang ramah lingkungan, hemat energi, dan dapat mengurangi polusi udara, salah satunya ada di Malaysia, yang bernama Menara Mesiniaga. Gedung itu dirancang Ken Yeng.

Jenis tanaman yang ditanam di gedung-gedung tinggi itu syaratnya tahan terpaan angin berkecepatan tinggi pada ketinggian tertentu. Untuk menjamin kelangsungan hidup tanaman itu harus dirancang sistem penyiraman yang khusus. Penyiramannya berasal dari penyemprot yang airnya didapat dari daur ulang air limbah dari tempat cuci tangan, termasuk juga air limbah
dari WC yang diolah terlebih dulu dengan sistem tertentu. Penggunaan air limbah dari WC dimaksudkan untuk membuat tanaman menjadi subur.

Tanaman yang dipilih adalah dari jenis semak yang tahan panas, memerlukan sedikit air, namun banyak daun untuk meningkatkan daya serap CO2. Alternatif lain palem jenis tertentu untuk peneduh dan mereduksi panas matahari. Di Indonesia konsep ini sayangnya belum diterapkan. Pendidikan arsitektur untuk gedung hemat energi pun belum ada di Indonesia

Arsitektur Romanticism







Romanticism adalah gerakan kompleks dalam seni dan sastra, serta merupakan gerakan intelektual yang berasal dari pertengahan kedua pada abad 18 di Eropa Barat, dan memperoleh kekuatan selama Revolusi Industri. Gerakan ini menekankan emosi yang kuat sebagai sumber dari pengalaman estetika, lalu menempatkan penekanan pada rasa kegemparan, kengerian dan kekaguman, terutama pada pengalaman menghadapi keelokan alam yang indah dan berkualitas.


Sepanjang Romanticism seni arsitektur konsisten menjalankan dua prinsip :

* Sebuah rasa yang dapat menembus perpecahan dalam diri manusia yang sama
* Pengalaman yang dapat meliputi keinginan untuk melepaskan diri




Romanticism tidak menghasilkan penyatuan gaya seni karena Romanticism bernilai ungkapan pribadi bukan ketaatan kepada konvensi yang ditetapkan. Romanticism lebih ke sebuah sikap pikiran, serta keinginan untuk menjelajahi kedalaman keinginan manusia yang diyakini akan ideal dan harmonis.






Dalam arsitektur, Romantisisme dapat dilihat dalam dua cara. Yang pertama adalah idealisasi gagasan tertentu, yang kedua cara Romantisisme mengungkapkan idealisasi ini. Dalam pengertian psikologis, untuk melihat sebuah bangunan, ia harus cukup sederhana dalam unsur-unsur untuk membentuk suatu totalitas. Arsitektur menjadi romantis ketika gaya dekorasi dari rincian atau keseluruhan bentuk konflik yang bersimpati dengan kesadaran rasional. Romantisme melepaskan diri dari kenyataan dan keteraturan dan pada dasarnya adalah tentang perasaan dan imajinasi, sehingga menghasilkan detail yang berlimpah.




Janův castle (Janohrad) yang dirancang oleh arsitek Johann I Hardtmuth untuk Liechtenstein merupakan salah satu contoh Arsitektur Romanticism yang dibangun antara tahun 1807-1810 yang menyerupai sebuah benteng gaya inggris kehancuran. Sebuah ruangan besar mengambil area frontal bangunan, dengan kamar yang berdampingan dihiasi oleh lukisan dinding hias.





Lärkstaden

Selain itu, Lärkstaden adalah salah satu contoh dari Arsitektur Romantis Nasionalis, yang merupakan lingkungan kecil yang ditetapkan oleh Hallmann Olof Engelbrektskyrkan tepat di belakang, kira-kira antara Odengatan, Valhallavägen, dan Danderydsgatan. Bangunan terlihat unik dengan batu bata yang menawan dan dengan ruang loteng aneh.

Arsitektur Rasionalism

Arsitektur Rasionalisme berkaitan dengan trend yang diperkenalkan di Eropa pada awal abad ke-20. Bauhaus (1919) telah menentukan untuk membangun arsitektur yang rasional. Walter Gropius (1883-1969) mengarahkan pada penelitian formal dan kecenderungan membangun ekonomis dengan maksimal dalam penggunaan lahan dan konstruksi dan memperhatikan ciri-ciri khusus dari berbagai bahan (kayu, besi, kaca, logam, dll) sebagai gagasan bentuk seni yang berasal dari sebelumnya untuk ditetapkan sebagai metode atau masalah, yang mengarah ke hubungan antara bentuk dan fungsi.





































Ciri Arsitektur Rasionalisme :

1. Penggunaan bahan-bahan baru dan struktur yang kelihatan (pada constructicism)
2. Tutupan atap yang datar
3. Proses yang sederhana
4. Kaca-kaca besar dan menutupi permukaan internal ruang bangunan
5. Bentuk bangunan mengikuti fungsi

Selain Gropius, Mies van der Rohe (1886-1969) dan Charles Edouard Jeanneret, Le Corbusier (1887-1965) adalah diantara exponent arsitektur modern yang penting dan rasional dalam golongan functionalis. Pengaruh dari arsitektur rasionalisme dari Gropius, Mies van der Rohe dan Le Corbusier dapat dirasakan di berbagai karya arsitek Brasil, berupa cerminan tertentu dari masing-masing.

Grand Hotel Ouro Preto (1940), di Pampulha kompleks Brasil merupakan salah satu karya Oscar Niemeyer yang juga mencerminkan kuat inspirasi dari Le Corbusier. Keseluruhan Pampulha Niemeyer memanfaatkan sifat-sifat struktural beton bertulang dengan bentuk bangunan besar.

Kita dapat melihat ciri dari arsitektur rasionalisme pada bangunan ini, yaitu pada bangunan ini digunakan tutupan atap yang datar. Selain itu dapat dilihat bahwa pada bangunan ini banyak digunakan kaca-kaca yang besar dan menutupi permukaan internal ruang bangunan, serta struktur bangunan yang kelihatan.

Arsitektur Dekonstruksi

Dekontruksi dikukuhkan pada International Symposium on Deconstruction diselenggarakan oleh Academy Group di Tate Gallery, London, 8 April 1988. Setelah itu diselenggarakan Pameran Deconstructivist Architecture di Museum Of Art, New York 23 Juni-30 Agustus 1988.

Arsitektur dekonstruksi merupakan suatu pendekatan desain bangunan yang merupakan usaha-usaha percobaan untuk melihat arsitektur dari sisi yang lain. Derrida mengembangkan konsep dekonstruksi kedalam berbagai eksperimen yang mengekspresikan ciri kebebasan retorikal atas struktur komposisi formal. Pandangan dekonstruksi lahir dari suatu atmosfir yang berlandaskan pada konsep “filosofi-anti kemapanan”.

Ciri-ciri Arsitektur Dekontruksi :

- Penampilan bidang-bidang simpang siur

- Garis-garis yang tidak beraturan

- Keseluruhan struktur seperti runtuh

- Dekonstruksi membawa bentuk-bentuk geometri yang cenderung berbentuk “aneh”. Hal ini disebabkan oleh adanya pembatasan penerimaan keabsolutan terhadap keaslian bentuk-bentuk geometri yang selama ini dikenal.











Salah satu Arsitek terkenal yang menganut Arsitektur Dekontruksi adalah Frank O. Gehry. Contoh karyanya adalah Weisman art museum dan Der Neue Zollhof. Weisman art museum berlokasi di Minneapolis, Minnesota dekat dengan sungai missisipi. Ciri dari Arsitektur Dekontruksi yang dapat jelas dilihat adalah Gehry menggunakan bentuk-bentuk yang sangat tidak lazim pada bangunan ini. Dan dapat dilihat dengan kemampuan imajinasi, Weisman art museum seakan-akan dapat berbicara dan mengungkapkan sesuatu kepada yang melihatnya. Dengan bentuk yang tidak lazim dan gaya expressionist modern, frank gehry telah menunjukkan sisi dekonstruksi dari Weisman art museum. Akan tetapi, esensi sebuah karya arsitektur dekonstruksi bukanlah dari bentuk, akan tetapi lebih kepada makna dibaliknya.Der Neue Zollhof berlokasi di tepi sungai Rheine di daerah publik yang berskala urban, Dusseldorf, Germany. Unsur simpang siur yang menjadi salah satu ciri dari arsitektur dekonstruksi masih nampak jelas . Penampilan bentukan 3 dimensi membuat eksistensi bangunan ini sebagai bangunan yang berlanggam dekonstruksi tampak nyata. Permainan bidang – bidang menjadi salah satu pemicunya.


Weisman art museum merupakan salah satu karya arsitek terkenal, frank gehry, dengan style expressionist modern yang dirancang pada tahun 1990 hingga 1993. weisman art museum berlokasi di Minneapolis, Minnesota dekat dengan sungai missisipi.
Ciri khas dari bangunan dekonstruksi adalah bentuknya yang aneh. Dan hal ini dapat dilihat dari bentuk-bentuk yang tidak lazim yang dibemtuk oleh Frank O Gehry.
Penanpilan dari bangunan ini juga simpang siur, tidak dapat dipastikan jelas bentuk bangunannya.
Dalam memahami sebuah karya arsitektur dekonstruksi, tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan ilmiah yang bersifat rasional. Namun diperluan juga kemampuan berimajinasi untuk mampu menerjemahan makna dibalik sebuah karya arsitektur itu sendiri. Dengan kemampuan imajinasi, dapat dilihat weisman art museum seakan-akan dapat berbicara dan mengungkapkan sesuatu kepada yang melihatnya. Dengan kata lain konsep dari arsitektur dekonstruksi adalah pengutamaan melalui idera penglihatan dan diakhiri dengan indera yang lain.

Senin, 04 Januari 2010

Bangunan Bertema Alam

Green Architecture, sebuah istilah yang akhir-akhir ini kerap sekali kita dengar,baik mulai dari majalah, surat kabar dan berbagai seminar berlomba-lomba membahas mengenai Green Architecture. Sebuah istilah yang muncul akibat semakin berkembangnya issue Pemanasan Global.

Dunia Arsitektur dianggap menjadi salah satu penyebab terjadinya Pemanasan Global. Berdirinya bangunan-bangunan modern yang tidak memperdulikan lingkungan sekitar, Pemborosan energi yang dikeluarkan pada setiap bangunan bahkan hingga pengrusakan lingkungan sekitar.
Tentu saja Arsitek tidak dapat disalahkan sepenuhnya sebagai penyebab Pemanasan Global. Meningkatnya kepentingan-kepentingan Kapital yang tidak terkontrol, menjadi peran penting dalam terciptanya Pemanasan Global.
Seakan-akan tersentak dengan label „penghancur dunia” , para Arsitek-arsitek kini ingin membuktikan diri bahwa mereka mempunyai peranan penting dalam kelangsungan kehidupan di dunia. Menciptakan bangunan yang hemat energi, menghasilkan energi sendiri, dan peduli terhadap kelangsungan alam sekitar, merupakan jawaban dari para Arsitek dalam mencegah Pemanasan Global.
Bangunan-bangunan Hijau pun bermunculan, mulai dari bangunan tinggi hingga sebuah rumah tinggal sederhana. Berikut beberapa karya yang mendapatkan Apresiasi lebih dari pengamat Arsitektur.

1. Castle House karya HamiltonsCastle




























House merupakan karya Hamiltons yang diperkirakan rampung pada tahun 2009.
Sebagai menara yang hemat energi, bangunan ini memanfaatkan turbin angin pada bagian atas menara sebagai sumber energinya. Dengan aliran udara yang sangat kencang di bagian atas bangunan, diharapkan energi yang didapat mampu memenuhi kebutuhan energi dari bangnan tersebut. Ketika selesai, menara utama akan mencapai ketinggian 147 m sedangkan tinggi pavillion hanya sekitar 5 lantai. Bangunan yang terletak di Elephant and Castle London Utara ini akan memiliki 310 apartemen.

2. EDITT Tower, Singapore karya TR Hamzah & YeangEDITT





























Tower karya Ken Yeang di Singapura adalah sebuah contoh lain dari bangunan yang menerapkan konsep sustainable architecture dengan sangat komprehensif. Gedung berlantai 56 ini akan menggunakan bahan-bahan yang dapat di daur ulang, sedangkan luas lahan yang mencapai 855 meter persegi akan digunakan untuk meletakan panel surya yang akan memenuhi sekitar 40% dari total kebutuhan energi bangunan tersebut. Tidak sampai disitu, bangunan ini juga akan memanfaatkan “limbah” manusia menjadi biogas.
Separuh bangunan ini dibalut dengan berbagai macam tanaman organik yang system pengairannya menggunakan teknologi “Rain Water Harvesting”. Sistem yang menampung air hujan yang kemudian akan digunakan untuk pengairan tanaman tersebut. Keberadaan tanaman juga mampu menekan kebutuhan energi bagi bangunan tersebut.

3. SF’s New Civic Center Menjadi Lebih Hijau















Berlokasi di kota yang paling dikunjungi di dunia, San Francisco's New Civic Center akan mengubah Kota San Francisco menjadi kota hijau di Amerika Serikat. Dengan Turbin angin dan panel matahari akan mengurangi konsumsi energi bagi distrik sebesar 33%, dan reklamasi program air akan mengurangi penggunaan air minum oleh 80% dan limbah pembuangan sebesar 45%.


4. California Academy of Sciences Karya Renzo Piano















Dirancang oleh Renzo Piano, California Academy of Sciences telah dibuka untuk umum sejak 27 September 2008. Bangunan ini menggunakan kosep Sustainable Architecture, dengan cara menggunakan panel matahari, bahan bangunan daur ulang, dan Cahaya Alami dan ventilasi.
Insulasi pada atap terdiri atas lapisan penghijauan buatan setebal 20 cm yang ditanami perdu-perduan dan tanaman bunga liar khas California, sedangkan tata udara ventilasi atau HVAC ditata sedemikian rupa hingga secara sistem keseluruhan menjadi benar-benar hemat energi. Dari ruang utama ini pun para pengunjung berkesempatan untuk dapat menikmati view pemandangan ke jembatan Golden Gate melalui konsepsi ruang yang dirancang terbuka dengan bukaan dinding transparan.

5. Garden House , SpanyolDirancang oleh ADD + Architecture,















Garden House telah menghabiskan US $ 627.000 dan telah selesai sejak 2003. Bangunan ini terletak di Igualada, Spanyol dan meliputi 200 meter persegi dari kawasan dibangun. Seperti anda dapat dilihat pada gambar, atap yang memiliki lapangan golf mini yang melebur kedalam ke dalam lansekap. Mengenai struktur, rumah hijau ini memanfaatkan tabung baja dilindungi dengan panel alumunium.

6. Monte Rosa-Hut By Studio Monte Rosa















Bangunan terletak ditengah Lanskap Gletser, itu membuktikan bahwa bangunan berkelanjutan sangat di mungkinkan walau dengan kondisi apapun.

84 m2 sel fotovoltaik memberikan energi untuk pembersihan limbah air, ventilasi, dan pencahayaan. Surplus energi yang disimpan dalam baterai, menjamin pasokan daya yang tidak terganggu ketika langit adalah mendung.Panel Surya akan memenuhi kebutuhan terhadap air panas..

7. Songjiang Hotel by Atkins





























Bangunan ini didirikan di bekas Tambang yang memiliki kedalaman hingga 100 meter kebawah. Pemilihan lahan merupakan nilai positif , dimana dengan menggubah area bekas tambang menjadi kawasan yang ramah terhadap lingkungan.Atap-atap bangunan berupa Taman Atap (green roof) , dimana dapat menciptakan ruangan didalam yang lebih dingin ketika musim panas, dan lebih hangat ketika musin dingin.Bangunan ini juga memanfaatkan tenaga panas bumi (Geothermal) untuk memenuhi kebutuhan energi bangunan tersebut.Selain itu juga, Songjiang Hotel memiliki sistem filter atau desalinasi untuk greywater dan air minum mereka.

Bangunan Alam

Di beberapa negara gas rumah kaca lebih banyak ditimbulkan oleh bangunan. Sebagian negara di Amerika Utara, seperti Kanada dan Meksiko, bangunan lebih banyak menyumbang terjadinya gas rumah kaca.

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Commission for Environmental Cooperation, yang terdiri dari Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa bangunan-bangunan ”hijau” lebih cepat mengurangi emisi gas rumah kaca dan tidak membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan metode lainnya.

Seperti yang dikutip Canadian Press, hanya sekitar 4% dari bangunan-bangunan yang ada di Amerika Utara bisa dikategorikan ”hijau”. Sedangkan 35% nya dianggap sebagai kontributor terbesar.

Kategori bangunan hijau yang dimaksud antara lain digunakannya sumber-sumber energi terbarukan seperti angin dan surya, menggunakan lampu dan peralatan hemat energi, memperbaiki kondisi penyekat udara, menggunakan pendinginan udara pasif dan lain sebagainya.
Jonathan Westeinde yang juga menjadi ”team leader” dari studi tersebut, menambahkan bahwa yang dimaksud dengan bangunan ”hijau” bukanlah harus selalu bangunan yang baru. Tetapi bangunan lama dan telah mengalami renovasi untuk mendapatkan efek ”hijau” seharusnya lebih didukung.

Kenaikan harga bahan bakar minyak memukul telak industri properti di Tanah Air. Harga bahan bangunan meroket, sementara daya beli masyarakat semakin menurun. Di tengah keterpurukan ekonomi seperti ini, kita dituntut hidup hemat, bertindak bijak, dan kreatif dalam segala lini kehidupan.

Kenaikan harga bahan bangunan membuat masyarakat yang berniat atau telanjur tengah merenovasi dan membangun rumah dipaksa mengevaluasi kembali rencana atau kegiatan pembangunan rumah yang sedang berlangsung.

Prioritas pekerjaan disusun ulang, utamakan kegiatan yang paling mendesak dilakukan. Penghematan pengeluaran dengan membelanjakan bahan bangunan yang paling diperlukan untuk pembangunan sekarang.

Ramah lingkungan = hemat Fakta akibat pemanasan global mendorong lahirnya berbagai inovasi produk industri terus berkembang dalam dunia arsitektur dan bahan bangunan. Konsep pembangunan arsitektur hijau menekankan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energi, dan material bangunan, mulai dari desain, pembangunan, hingga pemeliharaan bangunan itu ke depan.

Desain rancang bangunan memerhatikan banyak bukaan untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya alami. Sedikit mungkin menggunakan penerangan lampu dan pengondisi udara pada siang hari.

Desain bangunan hemat energi, membatasi lahan terbangun, layout sederhana, ruang mengalir, kualitas bangunan bermutu, efisiensi bahan, dan material ramah lingkungan. Atap-atap bangunan dikembangkan menjadi taman atap (roof garden, green roof) yang memiliki nilai ekologis tinggi (suhu udara turun, pencemaran berkurang, ruang hijau bertambah).

Penggunaan material bahan bangunan yang tepat berperan besar dalam menghasilkan bangunan berkualitas yang ramah lingkungan. Beberapa jenis bahan bangunan ada yang memiliki tingkat kualitas yang memengaruhi harga. Penetapan anggaran biaya sebaiknya sesuai dengan anggaran biaya yang tersedia dan dilakukan sejak awal perencanaan sebelum konstruksi untuk mengatur pengeluaran sehingga bangunan tetap berkualitas.

Lakukanlah survei terlebih dahulu untuk mencari alternatif bahan bangunan yang bersifat praktis, mampu memberi solusi tepat kebutuhan bangunan, dan ramah lingkungan. Hal ini bisa dilihat mulai dari lama waktu proses pengerjaan, tingkat kepraktisan, dan hasil yang diperoleh.

Bangunan menggunakan bahan bangunan yang tepat, efisien, dan ramah lingkungan. Beberapa produsen telah membuat produk dengan inovasi baru yang meminimalkan terjadinya kontaminasi lingkungan, mengurangi pemakaian sumber daya alam tak terbarukan dengan optimalisasi bahan baku alternatif, dan menghemat penggunaan energi secara keseluruhan.

Bahan baku yang ramah lingkungan berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan bumi. Beragam inovasi teknologi proses produksi terus dikembangkan agar industri bahan baku tetap mampu bersahabat dengan alam. Industri bahan bangunan sangat berperan penting untuk menghasilkan bahan bangunan yang berkualitas sekaligus ramah lingkungan.

Konstruksi yang berkelanjutan dilakukan dengan penggunaan bahan-bahan alternatif dan bahan bakar alternatif yang dapat mengurangi emisi CO2 sehingga lebih rendah daripada kadar normal bahan baku yang diproduksi sebelumnya.

Bahan baku alternatif yang digunakan pun beragam. Bahan bangunan juga memengaruhi konsumsi energi di setiap bangunan. Pada saat bangunan didirikan konsumsi energi antara 5-13 persen dan 87-95 persen adalah energi yang dikonsumsi selama masa hidup bangunan.

Bangunan hijau Semen, keramik, batu bata, aluminium, kaca, dan baja sebagai bahan baku utama dalam pembuatan sebuah bangunan berperan penting dalam mewujudkan konsep bangunan ramah lingkungan.

Untuk kerangka bangunan utama dan atap, kini material kayu sudah mulai digantikan material baja ringan. Isu penebangan liar (illegal logging) akibat pembabatan kayu hutan yang tak terkendali menempatkan bangunan berbahan kayu mulai berkurang sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan terhadap penebangan kayu dan kelestarian bumi. Peran kayu pun perlahan mulai digantikan oleh baja ringan dan aluminium.

Baja ringan dapat dipilih berdasarkan beberapa tingkatan kualitas tergantung dari bahan bakunya. Rangka atap dan bangunan dari baja memiliki keunggulan lebih kuat, antikarat, antikeropos, antirayap, lentur, mudah dipasang, dan lebih ringan sehingga tidak membebani konstruksi dan fondasi, serta dapat dipasang dengan perhitungan desain arsitektur dan kalkulasi teknik sipil.

Kusen jendela dan pintu juga sudah mulai menggunakan bahan aluminium sebagai generasi bahan bangunan masa datang. Aluminium memiliki keunggulan dapat didaur ulang (digunakan ulang), bebas racun dan zat pemicu kanker, bebas perawatan dan praktis (sesuai gaya hidup modern), dengan desain insulasi khusus mengurangi transmisi panas dan bising (hemat energi, hemat biaya), lebih kuat, tahan lama, antikarat, tidak perlu diganti sama sekali hanya karet pengganjal saja, tersedia beragam warna, bentuk, dan ukuran dengan tekstur variasi (klasik, kayu).

Bahan dinding dipilih yang mampu menyerap panas matahari dengan baik. Batu bata alami atau fabrikasi batu bata ringan (campuran pasir, kapur, semen, dan bahan lain) memiliki karakteristik tahan api, kuat terhadap tekanan tinggi, daya serap air rendah, kedap suara, dan menyerap panas matahari secara signifikan.

Penggunaan keramik pada dinding menggeser wallpaper merupakan salah satu bentuk inovatif desain. Dinding keramik memberikan kemudahan dalam perawatan, pembersihan dinding (tidak perlu dicat ulang, cukup dilap), motif beragam dengan warna pilihan eksklusif dan elegan, serta menyuguhkan suasana ruang yang bervariasi.

Fungsi setiap ruang dalam rumah berbeda-beda sehingga membuat desain dan bahan lantai menjadi beragam, seperti marmer, granit, keramik, teraso, dan parquet. Merangkai lantai tidak selalu membutuhkan bahan yang mahal untuk tampil artistik.

Lantai teraso (tegel) berwarna abu-abu gelap dan kuning yang terkesan sederhana dan antik dapat diekspos baik asal dikerjakan secara rapi. Kombinasi plesteran pada dinding dan lantai di beberapa tempat akan terasa unik. Teknik plesteran juga masih memberi banyak pilihan tampilan.

Konsep ramah lingkungan dewasa ini juga telah merambah ke dunia sanitasi. Septic tank dengan penyaring biologis (biological filter septic tank) berbahan fiberglass dirancang dengan teknologi khusus untuk tidak mencemari lingkungan, memiliki sistem penguraian secara bertahap, dilengkapi dengan sistem desinfektan, hemat lahan, antibocor atau tidak rembes, tahan korosi, pemasangan mudah dan cepat, serta tidak membutuhkan perawatan khusus.

Kotoran diproses penguraian secara biologis dan filterisasi secara bertahap melalui tiga kompartemen. Media kontak yang dirancang khusus dan sistem desinfektan sarana pencuci hama yang digunakan sesuai kebutuhan membuat buangan limbah kotoran tidak menyebabkan pencemaran pada air tanah dan lingkungan.

Untuk mengantisipasi krisis air bersih, kita harus mengembangkan sistem pengurangan pemakaian air (reduce), penggunaan kembali air untuk berbagai keperluan sekaligus (reuse), mendaur ulang buangan air bersih (recycle), dan pengisian kembali air tanah (recharge).

Beberapa arsitek sudah mulai mengembangkan sistem pengolahan air limbah bersih yang mendaur ulang air buangan sehari-hari (cuci tangan, piring, kendaraan, bersuci diri) maupun air limbah (air buangan dari kamar mandi) yang dapat digunakan kembali untuk mencuci kendaraan, membilas kloset, dan menyirami taman, serta membuat sumur resapan air (1 x 1 x 2 meter) dan lubang biopori (10 sentimeter x 1 meter) sesuai kebutuhan.

Penggunaan panel sel surya meringankan kebutuhan energi listrik bangunan dan memberikan keuntungan tidak perlu takut kebakaran, hubungan pendek (korsleting), bebas polusi, hemat listrik, hemat biaya listrik, dan rendah perawatan. Panel sel surya diletakkan di atas atap, berada tepat pada jalur sinar matahari dari timur ke barat dengan posisi miring. Kapasitas panel sel surya harus terus ditingkatkan sehingga kelak dapat memenuhi kebutuhan energi listrik setiap bangunan.

Pada akhirnya di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan krisis ekonomi sekarang, cara pandang merencanakan atau merenovasi bangunan sudah harus mulai diubah. Bagaimana menghadirkan bangunan yang hemat (bahan bangunan, waktu, tenaga) yang berujung pada penghematan anggaran biaya dengan tetap menjaga kualitas dan tampilan bangunan, serta ramah lingkungan. Selamat mewujudkannya.

Contoh:

#Namba Parks