Powered By Blogger

Selasa, 01 Juni 2010

Bukaan Ruang

Bukaan yang ideal akan membawa udara segar yang ada di lingkungan sekitar masuk ke dalam. Udara panas di dalam pun tergantikan hingga membentuk sirkulasi. Bukaan membuat ruang “bernafas”. Yang patut diperhatikan adalah proses aliran udara.


Tidak ada kontinuitas ruang maupun visual yang mungkin terjadi dengan ruang-ruang di sekitarnya tanpa adanya bukaan pada bidang-bidang penutup suatu daerah ruang.







A.Pintu-pintu memberikan jalan masuk dalam ruang dan menentukan pola gerak serta penggunaan ruang di dalamnya.







B.Jendela-jendela memasukan cahaya ke dalam nuang, menawarkan pemandangan ke arah luar, memangun huungan visual antara suatu ruang dengan nuang-ruang yang bendekatan, serta membenikan ventilasi alamiah dalam ruangan.















Kontinuitas dengan ruang-ruang di dekatnya tergantung pada ukuran, jumlah, dan penempatan bukaan ruang.

Bukaan-bukaan juga mempenganuhi orientasi dan aliran ruang, kualitas pencahayaan, penampilan dan pemandangan, serta pola penggunaan dan pengerakan di dalamnya.
post by Yefta Yoshanta Putra

Selasa, 25 Mei 2010

Pengertian Ruang

Sebuah bidang yang diperluas dalam arah yang berbeda dari arah asalnya akan menjadi sebuah ruang. Ruang adalah daerah 3 dimensi dimana obyek dan peristiwa berada. Ruang memiliki posisi serta arah yang relatif, terutama bila suatu bagian dari daerah tersebut dirancang sedemikian rupa untuk tujuan tertentu.












Sebagai bentuk 3 dimensi, ruang sangat terkait dengan volume. Secara konsep, sebuah volume mempunyai tiga dimensi, yaitu: panjang, lebar, dan tinggi.


Semua volume dapat dianalisis dan dipahami terdiri atas:


• Titik atau ujung di mana beberapa bidang bertemu.


• Garis atau sisi-sisi di mana dua buah bidang berpotongan.


• Bidang atau permukaan yang membentuk batas-batas volume.














Sebagai unsur tiga dimensi, dalam perbendaharaan perancangan arsitektur suatu ruang dapat:


1.Ruang kosong / void

Ruang yang dibatasi oleh bidang-bidang.











2.Ruang isi / solid

Ruang yang ditempati massa.















post by Yefta Yoshanta Putra




Sabtu, 17 April 2010

Organisasi Ruang

Berikut ini adalah jenis-jenis organisasi ruang :

Organisasi Terpusat

Sebuah ruang dominan terpusat dengan pengelompokan sejumlah ruang sekunder.
Organisasi terpusat merupakan komposisi terpusat dan stabil yang terdiri dari sejumlah ruang sekunder, dikelompokkan mengeIiIingi sebuah ruang pusat yang luas dan dominan. Ruang pemersatu terpusat pada umumnya berbentuk teratur dan ukurannya cukup besar untuk menggabungkan sejumlah ruang sekunder di sekelilingnya.

#Ruang-ruang sekunder mungkin berbeda satu sama lain dalam hal bentuk atau ukurannya sebagai tanggapan terhadap:

• kebutuhan akan fungsi.
• menunjukkan kepentingan relatif.
• lingkungan sekitar.
• kondisi tapak.

contoh design organisasi terpusat:













Organisasi Linier

Suatu urutan dalam satu garis dan ruang-ruang yang berulang. Organisasi linier pada dasarnya terdiri dari sederetan ruang. Ruang-ruang ini dapat berhubungan secara langsung satu dengan yang lain atau dihubungkan melalui ruang linier yang berbeda dan terpisah. Organisasi linier biasanya terdiri dan ruang-ruang yang berulang, serupa dalam ukuran, bentuk, dan fungsi. Ruang-ruang yang secara fungsional atau simbolis penting keberadaannya terhadap organisasi dapat berada di manapun sepanjang rangkaian linier.







contoh design organisasi linier:












Organisasi Radial


Sebuah ruang pusat yang menjadi acuan organisasi ruang-ruang Iinier yang berkembang menurut arah jari-jari. Organisasi ruang radial memadukan unsur-unsur organisasi terpusat dan linier. Organisasi ini terdiri dari ruang pusat yang dominan di mana sejumlah organisasi linier berkembang menurut arah jari-jarinya. Apabila suatu organisasi terpusat adalah sebuah bentuk yang introvert yang memusatkan pandangannya ke dalam ruang pusatnya, maka sebuah organisasi radial adalah sebuah bentuk yang ekstrovert yang mengembang keluar Iingkupnya.













Ruang pusat pada suatu organisasi radial pada umumnya berbentuk teratur. Lengan-lengan liniernya, mungkin mirip satu sama lain dalam hal bentuk dan panjang untuk mempertahankan keteraturan bentuk organisasi secara keseluruhan. Lengan-lengan radialnya juga dapat berbeda satu sama lain untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan akan fungsi dan konteksnya. Variasi tertentu dari organisasi radial adalah pola baling-baling. Susunan ini menghasilkan suatu pola dinamis yang secara visual mengarah kepada gerak berputar mengelilingi ruang pusatnya.



Organisasi Cluster

Kelompok ruang berdasarkan kedekatan hubungan atau bersama-sama memanfaatkan satu cirii atau hubungan visual. Organisasi dalam bentuk kelompok atau “cluster” mempertimbangkan pendekatan fisik untuk menghubungkan suatu ruang terhadap ruang lainnya. Sering kali organisasi ini terdiri dart ruang-ruang yang berulang yang memiliki fungsi-fungsi sejenis dan memiliki sifat visual yang umum seperti wujud dan orientasi.


Di dalam komposisinya, organisasi ini juga dapat menerima ruang-ruang yang berlainan ukuran, bentuk dan fungsinya, tetapi berhubungan satu dengan yang lain berdasarkan penempatan atau alat penata visual seperti simetri atau sumbu. Karena polanya tidak berasal dari konsep geometri yang kaku, bentuk organisasi ini bersifat fleksibel dan dapat menerima pertumbuhan dan perubahan langsung tanpa mempengaruhi karakternya.









Ruang-ruang cluster dapat diorganisir terhadap suatu titik tempat masuk ke dalam bangunan atau sepanjang alur gerak yang melaluinya. Pola terpusat Pola berkelompok Pola di dalam ruang Ruang-ruang dapat juga dikelompokkan berdasarkan luas daerah atau volume ruang tertentu atau dimasukkan dalam suatu daerah atau volume ruang yang telah dibentuk. Kondisi sumbu Kondisi simetri Kondisi simetris atau aksial dapat dipergunakan untuk memperkuat dan menyatukan bagian-bagian organisasi dan membantu menegaskan pentingnya suatu ruang atau kelompok ruang.


Organisasi Grid

Organisasi ruang-ruang dalam daerah struktural grid atau struktur tiga dimensi lain.










Organisasi grid terdiri dan bentuk-bentuk dan ruang-ruang di mana posisinya dalam ruang dan hubungan antar ruang diatur oleh pola atau bidang grid tiga dimensi. Sebuah grid diciptakan oleh dua pasang garis sejajar yang tegak lurus yang membentuk sebuah pola titik-titik teratur pada pertemuannya. Apabila diproyeksikan dalam dimensi-ketiga, maka pola grid berubah menjadi satu set unit ruang modular berulang.

Suatu grid di dalam arsitektur paling sering dibangun oleh sistem struktur rangka dari kolom dan balok. Kekuatan mengorganisir suatu grid dihasilkan dari keteraturan dan kontinultas pola-polanya. Pola-pola ini membuat satu set atau daerah titik-titik dan garis-garis referensi yang stabiI dalam ruang-ruang organisasi grid. Karena sebuah grid tiga dimensi terdiri dari unit-unit ruang modular yang berulang, maka organisasi ini dapat dikurangi, ditambahkan, atau dilapisi, dengan tetap mempertahankan identitasnya sebagai sebuah grid.





post by Yefta Yoshanta Putra





Selasa, 13 April 2010

Perubahan Bentuk

Perubahan bentuk dibagi menjadi 3, yaitu:

1. perubahan dimensi
2. perubahan dengan pengurangan
3. perubahan dengan penambahan


1. perubahan dimensi

Suatu bentuk dapat diubah dengan mengganti salah satu atau beberapa dimensi-dimensinya dan tetap mempertahankan identitasnya sebagai anggota bagian dari suatu bentuk. Sebuah kubus misalnya dapat diubah menjadi bentuk-bentuk prisma serupa dengan mengubah ukuran tinggi, lebar atau panjangnya. Bentuk tersebut dapat dipadatkan menjadi bentuk bidang pipih atau direntangkan menjadi suatu bentuk linier.


contoh:

  • sebuah kubus dapat diubah menjadi persegi panjang prismatik dengan cara memperpanjang atau memperpendek tinggi, lebar atau tebalnya.

  • sebuah bola dapat diubah menjadi bentuk elips dengan cara memperpanjang salah satu sumbunya. Sehingga terbentuklah bentuk yang berbeda tetapi mirip..=============================>



2.perubahan dengan pengurangan

Suatu bentuk dapat diubah dengan mengurangi sebagian dari volumenya. Tergantung dari banyaknya pengurangan, suatu bentuk mampu mempertahankan identitas asalnya atau diubah menjadi suatu bentuk yang lain sama sekali.

contoh:

  • Bentuk-bentuk geometrik sederhana dapat menerima secara langsung adanya pemotongan. Bentuk-bentuk ini akan tetap mempertahankan identitas formalnya jika bagian-bagian volumenya dihilangkan tanpa merusak sisi, sudut, dan profil keseluruhan.

  • Sebuah bentuk dapat mempertahankan identiasnya walaupun ada bagian yang dihilangkan atau diubah tergantung dari banyaknya pengurangan, suatu bentuk mampu mempertahankan identitas asalnya atau diubah menjadi suatu bantuk yang lain sama sekali atau diubah secara drastis.













3. perubahan dengan penambahan

Suatu bentuk dapat diubah dengan menambah unsur-unsur tertentu kepada volume bendanya. Sifat proses penambahan serta jumlah dan ukuran relative unsure yang ditambahkan akan menentukan apakah identitas bentuk asal dapat dipertahankan atau berubah.













#Kemungkinan-kemungkinan dasar untuk penggabungan dua bentuk atau lebih, adalah:

  • Gaya Tarik Ruang:
    Tipe hubungan ini terjadi karena kedua bentuk relatif berdekatan satu dengan yang lain, atau saling membagi atau memberikan sifat visual, umumnya seperti wujud, warna, atau material.
  • Hubungan Antar Sisi:
    Pada tipe dengan pertemuan antar sisi ini maka bentuk-bentuk itu akan memiliki satu sisi bersama-sama dan dapat berporos pada sisi tersebut.
  • Hubungan Antar Permukaan Bidang:
    Pada tipe pertemuan permukaan bidang ini, kedua bentuk memiliki bidang-bidang datar yang berhubungan dan terletak sejajar satu sama lain.
  • Ruang-ruang Yang Saling Terikat:
    Pada tipe-tipe dengan volume-volume ruang yang saling berkaitan bentuk-bentuk ruang tersebut saling menembus ke dalam masing-masing ruangnya. Bentuk ini tidak punya kesamaan visual.

Post by Yefta Yoshanta Putra















Penggabungan Antar Bentuk

Apabila 2 buah bentuk yang berbeda geometri atau berlawanan orientasinya dan saling menembus betas masing-masing, maka masing-masing bentuk akan bersaing untuk mendapatkan supremasi dan dominasi secara visual. Pada situasi semacam ini, bentuk-bentuk berikut ini dapat berkembang:

1. kedua bentuk dapat menghilangkan identitas masing-masing dan bersatu menciptakan suatu bentuk komposit yang baru.

2. salah satu dari kedua bentuk tersebut dapat menerima bentuk yang lain secara keseluruhan di dalam ruangannya.

3. kedua bentuk tersebut dapat mempertahankan identitas masing-masing dan bersama-sama memiliki bagian volume yang saling berkaitan.

4. kedua bentuk dapat terpisah dan dihubungkan oleh unsure ketiga yang memiliki geometri serupa dengan salah satu bentuk asalnya.

contoh-contoh gambar:
==========>





















post by Yefta Yoshanta Putra

Kamis, 11 Maret 2010

Sirkulasi Antar Ruang


1. Melewati Ruang


dimana sirkulasi ruang yang melewati harus melewati ruang lain. dapat di gunakan pelebaran ruang dan lain lain, integritas ruang di pertahankan, konfigurasi jalan lurus, dan untuk menghubungkan jalan utama dengan ruang ruang lain dapat di gunakan ruang utama atau pertama.










2.Menembus Ruang

sirkulasi yang dapat menembus ruang menurut sumbunya, kemiringan , atau sepanjang sisinya. dan dalam memotong sebuah ruang , sirkulasi memebentuk wilayah wilayah tertentu untuk aktifitas dan gerak dalam ruang.













3.Berakhir dalam Ruang

Diman ruang menentukan lokasi dan arah sirkulasi, dan hubungan ini di gunakan untuk memasuki ruang secara fungsional atau ingin melambangkan ruang ruang yang penting.


Hubungan antar Ruang

Ada beberapa bangunan yang memiliki sebuah ruang yang menyendiri. Biasanya bangunan ini terdiri dari sejumlah ruang yang terhubung satu sama lain melalui fungsi, kedekatan atau jalur pergerakannya. Pada suatu bangunan dapat dihubungkan satusama lain dan diatur menjadi pola-pola bentuk dan ruang yang rapih dan teratur.

Dua buah ruang bisa terhubung satu sama laing dengan beberapa cara yang mendasar sebagai berikut :

A. Ruang dalam Ruang

Ruang dapat ditampung di dalam volume sebuah ruang yang lebih besar. Ruang yang lebih besar berfungsi sebagai kawasan 3 dimensi untuk ruang yang dikandungnya. Ruang yang lebih kecil mempunyai orientasi yang berbeda dengan ruang pembungkusnya.



























B. Ruang Saling Berkaitan ( Ruang yang Saling Mengunci)

Yaitu ruang – ruang yang mempunyai kegiatan atau fungsi – fungsi yang mempunyai hubungan dekat dan saling berkaitan.Misalkan dapur dengan kamar mandi ataupun ruang keluarga yang letaknya tidak berjauhan dikarenakan ke – 3 ruang ini salina berkaitan.

Ruang saling berkaitan Area sebuah ruang bisa menumpuk pada volume ruang lainnya. Hubungan spasial yang saling mengunci dihasilkan melalui penumpukkan dua buah area spasial serta munculnya zona ruang yang dibagi.

Ruang ini bersifat terbuka pada area publik dan tertutup pada area semi publik danprivat. Pada hall dan lounge lobby, ruang bersifat open space, sedangkan padaruang baca memiliki sifat yang tertutup untuk memberi privasi pada pengguna ruang baca.









C. Ruang bersebelahan (Ruang yang Berdekatan)

Yaitu dua ruang yang berdekatan, bersampingan yang dipisahkan atau dibatasi dengan tembok dan biasanya fungsinya sama tetapi digunakan oleh pengguna yang berbeda.

Dua buah ruang bisa saling bersentuhan satu sama lain ataupun membagi garis batas bersama. Tingkat kemenerusan visual dan spasial yang terdapat di antara dua rung yang berdekatan tergantung pada karakter bidang yang memisahkan dan menyatukan mereka.

Bidang yang meisahkan dapat :

* Membatasi akses fisik dan visual antar ruang yang berdekatan, memperkuat individualitas masing-masing ruang, dan mengakomodir perbedaan-perbedannya.
* Tampil seperti sebuah bidang yang berdiri sendiri di dalam sebuah volume ruang tunggal.
* Didefinisikan oleh sebaris kolom yang memungkinkan kemenerusan visual dan spasial di antara kedua ruang tersebut.
* Dirasakan cukup hanya melalui perubahan ketinggian atau kontras pada material permukaan atau tekstur di antara kedua ruang.













D. Ruang yang dihubungkan dengan Ruang Bersama

Yang dimaksud dengan ruang yang dihubungkan dengan ruang bersama ialah ruang – ruang yang bersifat semiprivate ataupun private dihubungan dengan ruang public sebagai jalur akses utama ke semua ruang – ruang tersebut. Dua buah ruang bisa saling mengandalkan sebuah ruang perantara untuk menghubungkan mereka.

Ruang perantara dapat berbeda bentuk atau orientasi untuk menjalankan fungsi berhubungan. Ruang perantara dapat menjadi linear dalam bentuk, untuk menghubungkan dua ruang yang berjauhan. ruang perantara dapat menjadi dominan dalam hubungan dan menjadi mampu untuk mengorganisir ruang-ruang sekitarnya.





















Sumber :

* Arsitektur : Bentuk, ruang, dan tatanan, Francis D.K. Ching

* Google search

* E-book, E-learning Gunadarma