Rabu, 06 Januari 2010

Arsitektur Rasionalism

Arsitektur Rasionalisme berkaitan dengan trend yang diperkenalkan di Eropa pada awal abad ke-20. Bauhaus (1919) telah menentukan untuk membangun arsitektur yang rasional. Walter Gropius (1883-1969) mengarahkan pada penelitian formal dan kecenderungan membangun ekonomis dengan maksimal dalam penggunaan lahan dan konstruksi dan memperhatikan ciri-ciri khusus dari berbagai bahan (kayu, besi, kaca, logam, dll) sebagai gagasan bentuk seni yang berasal dari sebelumnya untuk ditetapkan sebagai metode atau masalah, yang mengarah ke hubungan antara bentuk dan fungsi.





































Ciri Arsitektur Rasionalisme :

1. Penggunaan bahan-bahan baru dan struktur yang kelihatan (pada constructicism)
2. Tutupan atap yang datar
3. Proses yang sederhana
4. Kaca-kaca besar dan menutupi permukaan internal ruang bangunan
5. Bentuk bangunan mengikuti fungsi

Selain Gropius, Mies van der Rohe (1886-1969) dan Charles Edouard Jeanneret, Le Corbusier (1887-1965) adalah diantara exponent arsitektur modern yang penting dan rasional dalam golongan functionalis. Pengaruh dari arsitektur rasionalisme dari Gropius, Mies van der Rohe dan Le Corbusier dapat dirasakan di berbagai karya arsitek Brasil, berupa cerminan tertentu dari masing-masing.

Grand Hotel Ouro Preto (1940), di Pampulha kompleks Brasil merupakan salah satu karya Oscar Niemeyer yang juga mencerminkan kuat inspirasi dari Le Corbusier. Keseluruhan Pampulha Niemeyer memanfaatkan sifat-sifat struktural beton bertulang dengan bentuk bangunan besar.

Kita dapat melihat ciri dari arsitektur rasionalisme pada bangunan ini, yaitu pada bangunan ini digunakan tutupan atap yang datar. Selain itu dapat dilihat bahwa pada bangunan ini banyak digunakan kaca-kaca yang besar dan menutupi permukaan internal ruang bangunan, serta struktur bangunan yang kelihatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar