Senin, 04 Januari 2010

Bangunan Bertema Alam

Green Architecture, sebuah istilah yang akhir-akhir ini kerap sekali kita dengar,baik mulai dari majalah, surat kabar dan berbagai seminar berlomba-lomba membahas mengenai Green Architecture. Sebuah istilah yang muncul akibat semakin berkembangnya issue Pemanasan Global.

Dunia Arsitektur dianggap menjadi salah satu penyebab terjadinya Pemanasan Global. Berdirinya bangunan-bangunan modern yang tidak memperdulikan lingkungan sekitar, Pemborosan energi yang dikeluarkan pada setiap bangunan bahkan hingga pengrusakan lingkungan sekitar.
Tentu saja Arsitek tidak dapat disalahkan sepenuhnya sebagai penyebab Pemanasan Global. Meningkatnya kepentingan-kepentingan Kapital yang tidak terkontrol, menjadi peran penting dalam terciptanya Pemanasan Global.
Seakan-akan tersentak dengan label „penghancur dunia” , para Arsitek-arsitek kini ingin membuktikan diri bahwa mereka mempunyai peranan penting dalam kelangsungan kehidupan di dunia. Menciptakan bangunan yang hemat energi, menghasilkan energi sendiri, dan peduli terhadap kelangsungan alam sekitar, merupakan jawaban dari para Arsitek dalam mencegah Pemanasan Global.
Bangunan-bangunan Hijau pun bermunculan, mulai dari bangunan tinggi hingga sebuah rumah tinggal sederhana. Berikut beberapa karya yang mendapatkan Apresiasi lebih dari pengamat Arsitektur.

1. Castle House karya HamiltonsCastle




























House merupakan karya Hamiltons yang diperkirakan rampung pada tahun 2009.
Sebagai menara yang hemat energi, bangunan ini memanfaatkan turbin angin pada bagian atas menara sebagai sumber energinya. Dengan aliran udara yang sangat kencang di bagian atas bangunan, diharapkan energi yang didapat mampu memenuhi kebutuhan energi dari bangnan tersebut. Ketika selesai, menara utama akan mencapai ketinggian 147 m sedangkan tinggi pavillion hanya sekitar 5 lantai. Bangunan yang terletak di Elephant and Castle London Utara ini akan memiliki 310 apartemen.

2. EDITT Tower, Singapore karya TR Hamzah & YeangEDITT





























Tower karya Ken Yeang di Singapura adalah sebuah contoh lain dari bangunan yang menerapkan konsep sustainable architecture dengan sangat komprehensif. Gedung berlantai 56 ini akan menggunakan bahan-bahan yang dapat di daur ulang, sedangkan luas lahan yang mencapai 855 meter persegi akan digunakan untuk meletakan panel surya yang akan memenuhi sekitar 40% dari total kebutuhan energi bangunan tersebut. Tidak sampai disitu, bangunan ini juga akan memanfaatkan “limbah” manusia menjadi biogas.
Separuh bangunan ini dibalut dengan berbagai macam tanaman organik yang system pengairannya menggunakan teknologi “Rain Water Harvesting”. Sistem yang menampung air hujan yang kemudian akan digunakan untuk pengairan tanaman tersebut. Keberadaan tanaman juga mampu menekan kebutuhan energi bagi bangunan tersebut.

3. SF’s New Civic Center Menjadi Lebih Hijau















Berlokasi di kota yang paling dikunjungi di dunia, San Francisco's New Civic Center akan mengubah Kota San Francisco menjadi kota hijau di Amerika Serikat. Dengan Turbin angin dan panel matahari akan mengurangi konsumsi energi bagi distrik sebesar 33%, dan reklamasi program air akan mengurangi penggunaan air minum oleh 80% dan limbah pembuangan sebesar 45%.


4. California Academy of Sciences Karya Renzo Piano















Dirancang oleh Renzo Piano, California Academy of Sciences telah dibuka untuk umum sejak 27 September 2008. Bangunan ini menggunakan kosep Sustainable Architecture, dengan cara menggunakan panel matahari, bahan bangunan daur ulang, dan Cahaya Alami dan ventilasi.
Insulasi pada atap terdiri atas lapisan penghijauan buatan setebal 20 cm yang ditanami perdu-perduan dan tanaman bunga liar khas California, sedangkan tata udara ventilasi atau HVAC ditata sedemikian rupa hingga secara sistem keseluruhan menjadi benar-benar hemat energi. Dari ruang utama ini pun para pengunjung berkesempatan untuk dapat menikmati view pemandangan ke jembatan Golden Gate melalui konsepsi ruang yang dirancang terbuka dengan bukaan dinding transparan.

5. Garden House , SpanyolDirancang oleh ADD + Architecture,















Garden House telah menghabiskan US $ 627.000 dan telah selesai sejak 2003. Bangunan ini terletak di Igualada, Spanyol dan meliputi 200 meter persegi dari kawasan dibangun. Seperti anda dapat dilihat pada gambar, atap yang memiliki lapangan golf mini yang melebur kedalam ke dalam lansekap. Mengenai struktur, rumah hijau ini memanfaatkan tabung baja dilindungi dengan panel alumunium.

6. Monte Rosa-Hut By Studio Monte Rosa















Bangunan terletak ditengah Lanskap Gletser, itu membuktikan bahwa bangunan berkelanjutan sangat di mungkinkan walau dengan kondisi apapun.

84 m2 sel fotovoltaik memberikan energi untuk pembersihan limbah air, ventilasi, dan pencahayaan. Surplus energi yang disimpan dalam baterai, menjamin pasokan daya yang tidak terganggu ketika langit adalah mendung.Panel Surya akan memenuhi kebutuhan terhadap air panas..

7. Songjiang Hotel by Atkins





























Bangunan ini didirikan di bekas Tambang yang memiliki kedalaman hingga 100 meter kebawah. Pemilihan lahan merupakan nilai positif , dimana dengan menggubah area bekas tambang menjadi kawasan yang ramah terhadap lingkungan.Atap-atap bangunan berupa Taman Atap (green roof) , dimana dapat menciptakan ruangan didalam yang lebih dingin ketika musim panas, dan lebih hangat ketika musin dingin.Bangunan ini juga memanfaatkan tenaga panas bumi (Geothermal) untuk memenuhi kebutuhan energi bangunan tersebut.Selain itu juga, Songjiang Hotel memiliki sistem filter atau desalinasi untuk greywater dan air minum mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar